Seperti yang sudah aku publish di blog sebelumnya aku akan membagikan pengalaman pertama aku ikut Konferensi International Model United Nations (IMUN). Untuk kalian yang belum tau apa itu IMUN kalian bisa lihat disini (https://ratnaersaa.blogspot.com/2020/12/how-to-join-international-model-united.html).
Aku
sedikit akan menjelaskan kembali beberapa hal yang harus diketahui sebelum, selama
dan sesudah konferensi yaitu,
1.
Pendaftaran
2.
Payment
3.
Konfirmasi Payment
4.
Pemilihan Komite dan Negara
5.
Submit Position Papper (Optional)
6.
Roll Call,
7.
General Speaker List
(GSL)
8.
Moderated Caucus
9.
Unmoderated Caucus
10.
Pembuatan Draft Resolutions
11.
Voting Draft Resolutions
12. Sertifikat
(Sebelum konferensi)
Pendaftaran
ditutup setiap Jum’at pukul 12.30 wib dan konferensi akan dimulai pada keesokan
harinya yaitu hari Sabtu-Minggu pukul 14.00 s/d 20.00 wib. Saat itu aku
mendaftar untuk IMUN 34.0 hari Jum’at sekitar pukul 09.50 wib. Super duper
mepet plus deg-degan banget karena emang udah ngincer mau milih committee
UNICEF di IMUN 34.0 dengan topik Eliminating Child Labour. Rasanya gak
siap banget kalo kena shifted ke IMUN 35.0 yang sama sekali belum tau committee
dan topik apa yang bisa dipilih nanti, huahahaha.
Payment
bisa dilakukan setelah mendapatkan informasi detail payment, informasi
ini bisa didapatkan melalui e-mail setelah pendaftaran. Tepat pukul 10.13 wib aku
payment lewat aplikasi topremit (dibantu temanku) dan masih berharap bisa
jadi delegates di IMUN 34.0 yaaaaa walaupun emang udah ngerasa “ah, ini sih
fiks bakal kena di IMUN 35.0”.
Konfirmasi
Payment adalah tahapan wajib setelah payment, saat itu aku harus
mengkonfirmasi payment dengan cara mengirimkan bukti transaksi / receipt
ke e-mail IMUN. Data transaksi aku baru masuk ke waiting list for approval
sekitar pukul 10.52. Pas nunggu approval, jeng jeng jeng GAGAL! Bukti
transaksi berupa PDF yang aku lampirkan gabisa dibuka. Huaaaaaa kesel banget, tapi
setelah dicari tau kenapa gagal, ternyata gara-gara memori aku kehabisan ruang,
ya secara otomatis aku harus mengirim ulang konfirmasi payment ini. Setelah
beberapa kali gagal akhirnya aku berhasil konfirmasi payment pukul 14.55 wib.
Dan yaaaa, welcome to IMUN 35.0 hahahaha.
Pemilihan
committe dan topik bisa dilakukan setelah aku terkonfirmasi menjadi
delegates di IMUN 35.0 sehari setelah IMUN 34.0 selesai, bye UNICEF karena di
IMUN 35.0 aku dan delegates yang lain hanya bisa memilih UNDP sebagai committee.
Eits, tapi disini aku bisa memilih 6 topik, dimana di IMUN 34.0 hanya tersedia
1 topik untuk UNICEF yaitu Eliminating Child Labour . Ternyata, IMUN
35.0 lebih menarik hahaha, aku memutuskan untuk memilih topik “Gender Equality”.
Awalnya aku ingin membahas Gender Equality di Burundi, salah satu negara
ditengah benua Afrika. Tapi karena konferensi ini di hadiri oleh ratusan orang,
Burundi bukan rejeki buat aku bahas di konferensi nanti alias udah dipilih orag
duluan, jadi aku dapat negara random yang dipilihkan oleh pihak IMUN yaitu
Romania.
Submit
Position Papper sifatnya optional. Saat itu aku membuatnya
sekaligus research tentang Gender Equality di Romania. Research ini sifatnya
penting agar aku tahu apa yang akan aku sampaikan saat konferensi nanti. Oiya,
jika kalian ingin membuat position papper, kalian harus mengirimkan maksimal
h-1 sebelum konferensi dimulai ya, yaitu Jumat pukul 19.30 wib.
(Sesi saat konferensi)
Roll
Call, bisa dikatakan roll call mirip dengan absen. Nanti negara yang dipilih
akan dipanggil oleh chair (moderator/mc), seperti “delegate from Romania”. Nah,
disini aku diberi pilihan untuk menjawab
“Present” or “Present and Voting”. Bedanya, present menandakan
kalau peserta hadir saat konferensi berlangsung dan present and voting
menandakan kalau peserta hadir serta bersedia memberikan voting untuk draft
resolutions di akhir sesi nanti.
GSL,
disini aku memiliki kesempatan untuk menyampaikan topik tentang gender
equality di Romania, ini lah fungsinya mengirimkan position papper dan research
materi sebelum konferensi berlangsung. Aku rasa sesi ini adalah sesi yang
sangat bisa mengasah kemampuan public speaking. Saat negara ku dipanggil, BOOOM,
kaki tangan langsung dingin hahaha. Walaupun ini konferensinya online tapi
deg-degan nya beneran kerasa. Bener-bener ngerasa kaya konferensi offline
hahaha.
Moderated
caucus and Unmoderated Caucus, ini adalah sesi debat. Yang membedakan
keduanya hanyalah formal dan informal. Saat itu tidak terlalu banyak debat
karena hampir semua delegates mendukung pemerintah untuk melakukan penghapusan
kesetaraan gender di setiap negara. Tapi ini merupakan salah satu sesi seru selama konferensi berlangsung.
Pembuatan
draft resolutions, nah ini sih sesi paling seru banget banget banget menurut
aku. Disini aku dan delegates yang lain akan membuat bloc atau kubu. Saat
IMUN 35.0 hanya tersedia 2 bloc. Di Bloc ini delegates akan bersama-sama
membuat resolusi untuk masalah gender equality disetiap negara. Menurut
aku, sesi ini adalah sesi yang benar-benar mewajibkan peserta untuk bisa
bekerja sama dan berkomunikasi satu sama lain, dengan orang yang tidak dikenal
dan juga dengan orang yang datang dari berbagai negara. Tentunya setiap peserta
memiliki pendapat yang berbeda-beda dan harus mendiskusikan sub-topik apa yang
akan dibahas nanti. Disini bloc ku menampung berbagai masukan dari para
anggota melalui g-form. Lebih serunya lagi, saat ketawan ada orang yang masuk
di semua bloc, kacau ahahaha.
Voting draft resolutions, Draft
resolutions selesai dan aku berkesempatan menjadi salah satu signators
untuk blocku saat itu. Akhirnya sesi pemaparan / presentasi dimulai dan
beberapa orang (perwakilan) dari setiap bloc diwajibkan untuk
mempresentasikan isi dari draft resolutionsnya. Setelah semua bloc
mempresentasikan draft resolutions, sesi voting dimulai. Masih ingat saat sesi
roll call? Inilah fungsinya memilih “Present and Voting”. Agar bisa mem-vote draft
resolutions kubu sendiri hehehe.
Dan
yaaaa, setelah hasil voting diumumkan konferensi ini akan segera berakhir. Ini
juga merupakan salah satu sesi akhir yang paling seru menurutku, disini
suasananya bener-bener cair. Curhat tentang betapa nervousnya pertama
kali ikut IMUN, deg-degan saat General Speaker List, takut pronunciation-nya
ga jelas dan masih banyak lagi. Disini Chair dan CO-Chair nya bener-bener asik
dan bilang sebenarnya delegates itu gausa nervous karena IMUN emang
bertujuan untuk mengasah kemampuan kita salah satunya public speaking.
Parah, seru banget. Gabisa move on hahaha.
(Setelah konferensi)
Sertifikat
dibagikan setelah konferensi selesai. Waktu itu aku dapet sekitar h+3
konferesi, agak delay sih tapi gapapa banget dan maklum juga karena delegatesnya
lebih dari 500 orang. Jadi ya sabar ajaa, pasti dapet kok.
Okey,
jadi itu adalah pengalaman pertama aku ikut IMUN. Kalau ditanya gimana
rasanya, jawabannya nervous banget hahaha tapi seneng juga sih bisa
punya kesempatan dan pengalaman se-wah ini. Kalau kalian berencana ikut
IMUN, semoga blog ini bisa sedikit menjadi gambaran kepada kalian tentang
bagaimana IMUN berlangsung. Jika kalian ingin menjadi delegates di IMUN juga,
kalian bisa cek highlight instagram aku di instagram.com/rratnaers atau
Official website International MUN www.internationalmun.org
Terima
kasih sudah sampai di blog ini dan sampai jumpa di blog selanjutnya~

Komentar
Posting Komentar